• KERISKU

  • SEPERTI APAKAH KERISKU ? Dengan mengetahui kualitas suatu keris dari dapur, pamor, rangka, ricikan , garap dan kelengkapannya akan kita ketahui kualitas keris yang kita miliki, apakah keris biasa pada umumnya atau keris yang mempunyai nilai dan kualitas yang tinggi ?. Dari langkah ini nantinya kita dapat mulai menata diri dalam mempelajari Budaya Keris yang benar tanpa mengurangi nilai keris itu sendir
  • Search

Pusaka Empu, Panjak dan Siswa

Pusaka Empu, Panjak dan Siswa

Pusaka tosan Aji yang beredar dimasyarakat merupakan hasil karya para ahli metalurgi yang mumpuni. Kerelaan para seniman metalurgi tersebut mencurahkan segala kemampuan baik lahir maupun bathinnya dengan imbalan yang kadang tidak sepantasnya beliau terima. Endingnya dengan sepenuh hati rela hasil karya tersebut dinikmati dan dimiliki oleh orang lain. Kadang nama-nama beliau pembuat dan pencipta sebuah karya metalurgi dilupakan jauh-jauh oleh pemilik generasi berikutnya......

Sedikit menyikapi para ahli metalurgi khususnya Tosan aji dapat dibedakan menjadi 3 kriteria, antara lain :

1. EMPU

2. Panjak

3. Siswa

Ketiga ahli metalurgi tersebut juga membuat Tosan aji, baik keris, tombak , pedang atau yang lainnya. Terlihat jelas perbedaan hasil karyanya, yang akdang-kadang kita sebagai pemerhati tidak pernah memperdulikannya. Perlu diketahui Tidak semua pusaka yang beredar dimasyarakat itu buatan EMPU..... karena secara diam-diam atau terang-terangan, panjak dan siswa pun juga membuatnya.

Nah bagaimana kriteria sebuah pusaka yang benar-benar buatan EMPU itu ? inilah sebuah pertanyaan yang sering saya terima. Rata-rata rekan yang sudah mulai mapan dalam mengkoleksi Pusaka menanyakan hal seperti ini. Tidak mudah memang mengetahui sebuah Tosan aji  itu butan empu atau bukan, hanya mereka yang telah lama bergaul dan dengan jeli mepelajari berbagai garap pusaka serta pendalaman rasa yang mapan maka akan dapat mengetahuinya.


bersambung.......

(C) Kerisdanuri, 5,2011

Besi di Al Quran

PENYIMPANAN KERIS

PENYIMPANAN KERIS

Sebagai pecinta budaya adi luhung bangsa mungkin kita tidak hanya memiliki satu pusaka keris saja, selain keris mungkin kita juga memiliki tombak, pedang, kudi, tlempak, wedung, menur atau jenis tosan aji yang lain.

Jika keris / tosan aji yang kita miliki sudah cukup banyak maka perlu suatu tempat khusus untuk menampungnya sebagai tempat penyimpanan, mungkin almari khusus, ruang kamar khusus atau juga rumah khusus. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa dan diposisikan agar yang tangguhnya paling tua berada diposisi paling atas hal ini dimaksudkan untuk menghormati empu pembuat keris tersebut. (jika itu sebuah pusaka kuno pasti dibuat oleh Eyangnya empu jaman sekarang, alangkah baiknya jika pusaka beliau ditempatkan diposisi paling atas sebagai simbol penghormatan kepada Empu sesepuh)

Kemudian jika anda mampu mengecek energi keris atau tombak tersebut, bisa juga anda kelompokan berdasar energinya, Yang panas diklompokkan sendiri, yang dingin dikelompokkan sendiri hal ini dimaksudkan agar tidak ada benturan energi yang terjadi yang bisa mengurangi keamanan diri anda.

Jika kebetulan anda memiliki pusaka yang selaras dengan hati dan batin maka pusaka ini dapat anda simpan tersendiri, namun jangan ditempatkan dikamar utama tempat kita dan istri kita tidur. Hal ini dimaksudkan agar keris sebagai benda tajam ini tidak membahayakan kita disaat kita sedang tertidur atau disaat kita sedang terbawa amarah.

Bersambung ..................
© Kerisdanuri, IX,2008

MEMILIKI KERIS

MEMILIKI KERIS

Memiliki sebuah keris memang sangat membangggakan, disamping ikut nguri-uri (bahasa jawa) dan melestarikan budaya yang adi luhung warisan nenek moyang juga menambah dan menumbuhkembangkan semangat mencintai budaya nenek moyang. Memiliki keris yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan memang tidak gampang karena disamping sulit mendapatkannya juga harga yang mahal apalagi kalau keris itu benar-benar keris yang memiliki sejarah yang jelas, keindahan dan karisma yang tinggi. Bagaimana memilih keris yang baik ?, pertanyaan itu yang sering muncul jika kita ingin memiliki keris. Banyak para pecinta keris yang sudah memiliki patokan-patokan sendiri dalam mencari atau memiliki keris salah satunya adalah Tangguh, Wutuh dan Sepuh.

1. Tangguh adalah suatu perkiraan jaman pembuatan keris. Tangguh ditemukan dari meneliti bahan, garap dan motip pamor yang ada pada sebuah keris. Misalnya keris tangguh majapahit besinya hitam, ukuran bilahnya kecil, ganjanya juga kecil manis dan pamornya kecil seperti rambut kemudian untuk keris tangguh Mataram besinya mentah, bentuk bilahnya seperti daun singkong, ganja seperti cicak sedang manangkap mangsa dan pamor penuh atau mubyar sedang keris tangguh pajajaran bercirikan kerisnya tipis, lebar pamornya berkesan ngajih dan besinya kering. Dan juga keris itu jelas asal usulnya, pertama keris itu harus diketahui (diperkirakan buatan) mana, jelas pula siapa pemilik asalnya dan juga perlu dipertanyakan kenapa keris tersebut mau di mas kawinkan . Ada beberapa orang yang teliti sampai mengamati dahulu bagaimana keadaan keluarga pemilik keris tersebut, apakah ia keluarga yang bahagia atau yang berantakan .

2. Wutuh adalah suatu kesan tentang keadaan dari sebuah keris yang masih lengkap bagian-bagiannya, tidak ada yang patah atau keropos yang terlalu parah. Jika sudah keropos atau hilang salah satu bagian keris maka nilai keris tersebut akan menjadi berkurang. Intinya keris yang cacat jangan sampai dipilih, keris yang asal mulanya dibuat indah dan terbuat dari bahan baku pilihan walaupun telah aus biasanya masih tetap terbayang keindahannya. Keris yang dianggap tidak lagi utuh adalah keris yang patah bilahnya, patah kembang kacangnya atau pesinya.

3. Sepuh adalah perikiraan jaman dibuatnya keris adalah benar-benar tua, bukan keris jaman sekarang yang dituakan karena proses kimia. Ciri dari keris itu tua adalah dengan melihat ada tidaknya slorok (batas antara besi dan baja ) pada tiap bilah keris biasanya ada warna yang berbeda batas tersebut berwarna kebiruan atau hijau metalik dan terdapat ditepi bilah sebagai tajamnya keris. Banyak para pecinta keris pemula kadang tidak begitu mengerti tentang slorok ini sehingga sering keliru dalam memilih keris.

4. Kemudian jika ingin mas kawin (membeli) sebuah keris harus diingat ada ilmu untuk mengetahui apakah keris itu cocok dan berjodoh dengan kita atau tidak. Dalam dunia perkerisan ilmu tersebut dinamakan tayuh, banyak cara menayuh salah satunya dengan meletakkan keris dibawah bantal dan tidur sendirian dikamar dengan catatan hati dan pikiran kita harus bersih dan suci serta berdoa kepada Tuhan agar diberikan petunjuk yang baik. Proses kepemilikan sebuah keris bermacam-macam, ada yang lewat warisan orang tua, pemberian sesorang, membeli atau mas kawin dari seseorang atau juga dengan cara-cara yang tertentu dengan meminta ridho dan ijin Tuhan. Semua cara sah-sah saja asal jangan sampai menelantarkan tugas utama dan keluarga. Memiliki keris yang baik memang tidak mudah tetapi kalau berjodoh dengan sedikit dana kita bisa mendapatkan keris yang istimewa dan cocok dengan hati kita. Akan lebih baik jika kita memilih keris dengan acuan seni dan keindahannya, walau keris itu muda tetapi seni garap dan keindahannya melebihi keris – keris yang sudah tua apa salahnya kita milikinya, hal ini akan membuktikan cita rasa seni yang tinggi pemiliknya. Jangan sampai kita memiliki dan membeli keris karena tertarik pada cerita sipenjualnya, ini artinya yang kita beli adalah ceritanya dan bukan keindahan atau kualitas kerisnya.

© Kerisdanuri, VIII,2008

KERIS ISI DAN KOSONG

KERIS ISI DAN KOSONG

Sering kita mendengar ada salah seorang pemilik keris yang mengatakan keris saya kosong karena sudah tidak terawat atau sebab - sebab yang lainnya, cerita dimasyarakat tentang isi atau tidaknya suatu (keris) memang masih membingungkan, walaupun keris itu dari warisan, pemberian orang, mas kawin atau yang mendapatkan dengan cara-cara lainnya. Para pakar Perkerisan menyebutkan bahwa ada banyak sekali jenis keris yang beredar dimasyarakat, untuk meneliti isi atau tidaknya suatu keris tersebut masih sulit untuk dibuktikan. “Bahwa ada 4 macam kategori keris yang ada di masyarakat diantaranya :

1. Keris Souvenir : Keris yang sengaja dibuat untuk hadiah pada seseorang atau untuk diperdagangkan dalam dunia luas, keris ini biasanya dibuat sederhana atau juga ada yang dibuat indah dan sangat menarik, namun isi atau tuahnya tidak ada. Keris-keris model ini biasa dibuat oleh pengrajin dan bukannya seorang Empu Keris. Dalam sehari seorang pengrajin keris ini dapat membuat 15 sampai 20 buah dan biasa diperjualbelikan sebagai barang Souvenir.

2. Keris Ageman : suatu keris yang hanya menonjolkan keindahan bentuk atau model keris tersebut. Keris yang demikian ini tidak ada isinya karena Sang Empu pada saat membuat keris tanpa melakukan tapa brata dan upacara-upacara tertentu. . Dalam sehari seorang Empu keris ini dapat membuat 3 sampai 5 buah.

3. Keris Tayuhan : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu melalui upacara-upacara khusus, biasanya pada jaman dahulu ada seseorang yang memesan Keris pada seorang Empu untuk suatu keperluan, untuk kewibawaan, memudahkan dapat rejeki atau juga untuk penolak bala. Kemudian sang Empu membuat keris sesuai keinginan dari pemesannya dan tentu saja keris tersebut memiliki tuah atau isi sesuai keinginan dari sang empu. Biasanya Keris model ini sederhana tapi ada juga yang dibuat indah dan menarik. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 5 buah.

4. Keris Pusaka : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu keris yang memiliki ciri – ciri indah dan memiliki tayuhan. Tentu saja pada saat pembuatan melakukan upacara-upacara khusus agar keris tersebut bertuah. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 2 buah saja.

 

“ Keris yang berisi tayuhan itu pasti memiliki daya tersendiri bagi yang melihat atau memilikinya, daya isi bisa berupa perwujudan keris itu tampak wingit, galak, demes atau memiliki prabawa tersendiri sedang keris yang tidak berisi pasti tampak biasa tidak ada rasa atau sesuatu dalam perasaan kita”. Bahwa keris yang dulunya dibuat sebagai keris Tayuhan atau keris pusaka kekuatannya tidak dapat hilang, dikarenakan bahan-bahan yang dipakainya saja sudah mengandung tuah. Besinya dicari besi pilihan yang bertuah, pamornya juga demikian sehingga isi dari keris tersebut tidak akan hilang selama perwujudannya masih ada. Secara Logika dapat disamakan dengan besi Magnet, jenis besi ini memang memiliki kekuatan untuk dapat menarik besi, kekuatannya tidak bakal hilang selama unsur-unsur magnetnya masih ada demikian juga Keris, selama unsur besi, Baja dan Pamor masih melekat kekuatan alaminya tidak bakal hilang. Hanya para empu yang mengetahui kekuatan atau daya apa yang terkandung dalam bahan-bahan keris tersebut. Jika ada orang yang dapat mengambil isi keris sebenarnya hanya daya postipnotis (daya saran) yang dilekatkan empu saja yang diambilnya, sedang daya alami dari bahan keris akan tetap ada secara alami.

© Kerisdanuri, VIII,2008

Pamor keris Pemilih

Pamor keris Pemilih

Sering kita mendengar cerita dimasyarakat tentang orang yang tidak cocok pada keris pusakanya, baik keris dari warisan, pemberian orang, mas kawin atau yang mendapatkan dengan cara-cara lainnya. Ada banyak sekali jenis dari keris yang berpamor pemilih dan berpamor yang kurang baik, hal ini dikarenakan oleh berbagai macam faktor diantaranya :

1. Saat Empu membabar / membuat pusaka konsentrasinya terganggu oleh sesuatu hal sehingga mantra yang seharusnya baik menjadi salah ucap atau tidak sesuai maka mengakibatkan keris tersebut mempunyai tuah yang kurang baik Contohnya : Pusaka Empu Gandring, sebelum keris selesai dibuat sang Empu dibunuh oleh Ken Arok dan mengucapkan kata – kata kutukan yang masuk ke keris tersebut, dan terbukti keris tersebut mempunyai tuah seperti maksud dari kutukan empu Gandring.

2. Pamor Adalah sebuah bentuk ilustrasi atau gambar yang muncul dipermukaan bilah keris, nama-nama pamor sangat banyak dan beragam sesuai bentuk dan kemiripannya dengan alam, sebagai contoh ; Pamor Beras Wutah, Pamor Sasa Sakler, Pamor Blarak Ngirid, Pamor Udan Mas dan lain sebagainya. Terdapat beberapa jenis pamor yang memang mempunyai tuah yang kurang baik antara lain :

Pamor Satria Wirang : membawa kesengsaraan pemiliknya.
Pamor Sujen Nyawa : pusaka ini menginginkan pemiliknya untuk segera meninggal.
Pamor Dengkiling : mempunyai angsar cengkiliing / jahil pada pemiliknya.
Pamor Yoga Pati : angsarnya anak pemilik pusaka sering sakit sakitan.
Pamor Tundung : membuat pemiliknya sering pindah-pindah tempat / usaha.
3. Ada beberapa pusaka yang pemilih, maksudnya pusaka ini hanya cocok pada orang – orang tertentu saja sehingga kalau tidak cocok dengan seseorang yang memilikinya maka akan menjadikan pemiliknya tidak nyaman atau tidak tentram dalam berbagai kehidupan. Pusaka ini biasa tersirat pada pamor atau juga dapur pusakanya. Sebagai contoh sebuah keris dapur Kebo Lajer adalah keris untuk para petani dan peternak maka tidak akan cocok atau tidak sesuai jika dimiliki oleh seorang pejabat, Keris Dapur Sangkelat adalah keris untuk para petinggi tidak akan cocok untuk petani.
4. Pusaka yang sudah cacat atau tidak WUTUH juga mempunyai pengaruh kurang baik pada pemiliknya, seperti pegat waja, pugut / putus , Nyangkem kodok, Randa beser dan sudah terlalu aus sehingga sudah tidak terbentuk lagi sebagai pusaka. Hal ini dapat digambarkan seperti mobil jika remnya sudah tidak ada maka mobil tersebut akan sangat membahayakan bagi yang mengendarainya. Muncul pertanyaan “Keris yang tidak cocok tersebut harus dikemanakan ? “, Bila keris tersebut cacat maka bisa dibetulkan oleh seorang empu dimasa sekarang masih ada empu yang dapat memperbaiki keris yang cacat atau rusak tepatnya di kota Solo atau Jogyakarta, tapi ada juga yang rela keris –keris tersebut dilarung ke sungai tapi ini adalah suatu tindakan yang keliru, karena keris tersebut adalah juga suatu karya yang adiluhung maka sebaiknya diserahkan ke Museum, kalau di Semarang dapat diserahkan ke Museum Rangga warsito yang siap untuk menerima pusaka – pusaka anda yang memiliki ciri-ciri yang kurang baik”. Jika sampai hilang dari nusantara maka untuk studi penelaahan keris akan menemui hambatan sebab banyak keris yang hilang karena dilarung. Walau keris itu Kurang Cocok alangkah baiknya jika diserahkan ke museum, biar negara yang menampung dan merawatnya agar budaya adiluhung kita tidak hilang. Maka jika ingin memiliki pusaka KERIS sebaiknya memperhatikan 3 hal yaitu TANGGUH, SEPUH dan WUTUH seperti yang telah diulas pada episode sebelumnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, semua hasil karya manusia yang gagal atau salah dalam perhitungan, pengerjaan atau perencanaan akibatnya akan dapat membahayakan manusia, jadi tidak hanya keris. Jembatan, rumah, toko, gedung juga memiliki pengaruh yang tidak baik bagi yang menempati atau memiliki jika terdapat kegagalan dalam proses pembuatannya. intinya jika sesuatu hal itu dirancang dan dikerjakan dengan perencanaan yang matang, hati yang baik dan iklas maka hasilnya juga akan baik.

© Kerisdanuri, VIII,2008

Cocok Tidaknya Keris dengan Pemilik

Cocok Tidaknya Keris dengan Pemilik

Setelah memiliki sebuha keris baik dari warisan, pemberian, membeli atau mencari dengan berbagai macam cara, maka muncullah pertanyaan dibenak pemilik keris itu :

“Apakah keris ini cocok dengan saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan keluarga saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan usaha saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan agama saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan istri dan anak-anak saya ?”
mungkin masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang sejenis yang akan muncul ketika keris sudah ditangan.

Bagaimana menjawab pertanyaan diatas ?

Baiklah ada sedikit pengalaman pribadi yang pernah saya alami mungkin dapat dipakai sebagai pembelajaran dan perbandingan.

1. memiliki keris dengan niat pertama nguri-uri (melestarikan) budaya, dengan niat ini maka kita tidak akan terjerumus pada kemusrikan / kesyirikan, karena yang kita nilai dari sebuah keris adalah budayanya bukan dayanya/isinya, jika sebuah keris ada tuahnya , ini terjadi atas ijin ALLAH SWT, kita serahkan kembali kepadaNYa.

2.Keris yang baik akan datang kepada kita lewat berbagai macam cara dengan cara memberi tahu kita disaat tidur atau sedang terjaga (Lewat tayuh), Keris yang datang tidak dengan tayuh dapat dipastikan tidak akan cocok dengan kita atau keris tersebut keris baru bukan sebuah keris tangguh sepuh. Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap petunjuk yang baik itu pasti bersumber dari ALLAH SWT, sedang kabar yang jahat dan buruk bersumber dari syaitan.

3. Nah dari Tayuhan yang datang tersebut kita dapat meperkirakan keris tersebut cocok atau tidak dengan kita, keluarga kita, bisnis kita atau orang-orang disekitar kita. kenapa sampai ada tayuh ? jawabnya adalah semua benda dialam ini diciptakan ALLAH untuk dimanfaatkan seluas-luasnya bagi manusia, ada benda-benda yang memiliki daya ada juga yang tidak. jika kita membeli kursi atau meja ditoko dan kemudian dikirimkan ke rumah kita pasti tidak akan ada firasat yang datang kepada kita berhubungan dengan pembelian tersebut. Tapi jika istri kita mengandung anak kita pastilah kita akan diberi petunjuk oleh ALLAH lewat mimpi yang beraneka ragam yang mengisyarkatkan bahwa kita akan diberi Seorang anak atau lebih tepatnya dititipi seorang anak. ini semua kuasa dari ALLAH.
4.setelah keris kita simpan dirumah, perlu dicek apa saja yang terjadi setelah keris itu datang, apakah sering bertengkar dengan anggota keluagra lain, anak sering rewel, tetangga memusuhi, atau pimpinan dan rekan kerja acuh tak acuh dengan kita ? jika ini terjadi berarti keris yang ada tidak sesuai dengan pribadi kita. Namun jika setelah keris itu datang kita jadi rajin sholat, banyak teman yg berkunjung kerumah, banyak saudara yang berkunjung kerumah juga, banyak order penjualan, rekan bisnis kita jadi sayang dan patuh pada kita, anak-anak dirumah patuh dan taat pada kita, ini artinya berkah dari ALLAH SWT datang lewat keris tersebut. dan keris twersbut cocok dengan kita, keluarga, bisnis dan anggota keluarga yg lain.

Bersambung…………….
© Kerisdanuri, VIII,2008

MERAWAT KERIS

MERAWAT KERIS

Pastilah semua orang yang mengenal budaya jawa khususnya Keris akan mengetahui bagaimana tata cara merawat keris yang benar sehingga keris sebagai pusaka akan tetap awet dan terawat dengan baik. Namun ada juga yang hanya mengenal tehnik dan tata cara perawatan keris ini hanya sepenggal-sepenggal sehingga antara perawatan dan pelestarian budaya menjadi saling bertentangan. Merawat Keris yang benar adalah yang seperti dilakukan oleh keraton, baik dari Surakarta maupun Yogyakarta. Perawatan Keris :

1. Keris dibersihkan tiap satu tahun sekali, hal ini seperti yang dilakukan pihak keraton, bisa dilakukan pada bulan Besar, Sura atau Maulud, atau juga bulan yang lain yang anda sukai, ini tergantung dari kepercayaan kita masing-masing. Pembersihan ini secara menyeluruh baik eksoteri maupun isoteri. Pembersihan ini dimaksudkan agar selama satu tahun penyimpanan keris ditempat kita jika mungkin ada karat yang menempel maka harus segera dibersihkan dan dihilangkan agar tidak merusak keris tersebut. proses ini bisa mulai dari mutih kemudian mewarangi dan memiyaki keris, namun jika keris tidak berkarat maka cukup dibilas dengan air bersih lalu dikeringkan dan diminyaki kembali.

2. Keris dibersihkan tiap bulan sekali dengan cara mengolesi bilah keris dengan minyak yang bebas dari alkhohol. hal ini dimaksudkan agar sumber karat yang melekat pada besi keris hilang. Jenis minyak dapat menggunakan campuran dari minyak cendana, melati dan kenanga atau sesuai selera masing-masing.

3. Menyimpan keris yang benar didalam rumah harus juga memperhatikan beberapa hal, seperti tinggi tempat penyimpanan, lembab tidaknya tempat penyimpanan dan cocok tidaknya tempat penyimpanan. Kenapa tempat penyimpanan harus tinggi ? hal ini dimaksudkan agar anak-anak kita tidak dengan mudah menjangkaunya, bagaimanapun juga keris adalah benda tajam yang berbahaya.

BERSAMBUNG……………… © Kerisdanuri, VIII,2008